Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan kami di:

Sistem Penanganan Bencana Gempa Terpadu Harus Segera Diterapkan



Jakarta,mBambung.com- Indonesia merupakan salah satu negara rawan bencana gempa. Posisi wilayah Indonesia diapit tiga lempeng tektonik plus lebih dari 200 sesar aktif. Tercatat sepanjang 2018, BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi sebanyak 11.577 kali. Sebanyak 23 gempa di antaranya berdaya rusak cukup parah, seperti yang menimpa wilayah Palu- Donggala beberapa waktu lalu.

Kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana ini mendapat sorotan khusus dari anggota DPR merangkap Ketua Fraksi Nasdem, Ahmad HM Ali. Penanggulangan bencana gempa penting mendapat perhatian lebih dari seluruh elemen masyarakat, begitu pula pemerintah. "Bencana gempa Palu menyadarkan saya betapa penanganan bencana gempa ini masih centang perenang dan jauh dari kata beres,”ujarnya di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Menurut anggota DPR, penanggulangan bencana gempa di Indonesia menuntut pengelolaan yang lebih sistemik dan terpadu. Tidak hanya terkait dengan mitigasi risiko, tetapi juga manajemen bencana (disaster management). Menurutnya penanganan bencana gempa di Indonesia harus lebih menyeluruh dan terpadu. Indonesia perlu belajar banyak dari negara-negara lain yang mampu menangani gempa dengan baik.

Ia mencontohkon Chile yang pernah luluh lantak akibat gempa bumi. Negara Chile kemudian mengambil langkah strategis dengan melahirkan Chile Prepares. Langkah ini merupakan dasar kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur sistem penanganan bencana gempa yang sangat baik.

Pada 2015, Chile diterjang gempa berkekuatan 8,3 SR yang disusul tsunami. Hanya dalam hitungan menit otoritas Chile berhasil mengevakuasi 1 juta warganya. Dengan kekuatan gempa sedahsyat itu, korban meninggal mencapai 13 orang. "Bandingkan dengan gempa di Indonesia yang bermagnitudo lebih rendah, namun korban yang jatuh jauh lebih banyak," imbuhnya.






Mau komentar? Klik di sini!
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter