Kembali Ke Atas
Loading...
Temukan kami di:

Tak Lagi Perkasa, China Siram Subsidi Untuk Dorong Konsumsi Imlek


Beijing,mBambung.com-  Pemerintah Beijing memberikan subsidi bagi konsumen rumah tangga untuk membeli peralatan elektronik.Dorongan China untuk memicu belanja di sektor ritel yang lamban dimulai pada Jumat (1/2/2019). Keputusan  ini diperkirakan sebagai upaya pertama dari serentetan insentif yang dipercaya akan dikucurkan pemerintah demi menghidupkan kembali konsumsi swasta.

The National Development and Reform Commission (NDRC), lembaga perencana negara China, dilaporkan meluncurkan serangkaian langkah untuk meningkatkan konsumsi barang mulai. Lembaga tersebut bermaksud mendorong penjualan dari peralatan ramah lingkungan hingga barang-barang mahal, seperti mobil. Dilaporkan barang barang tersebut dalam beberapa bulan ini penjualannya mengalami penurunan yang sangat tajam.

Media pemerintah mengumumkan insentif yang memberi subsidi rumah tangga Beijing hingga US$120 (Rp 1,7 juta). Dana tersebut diserap subsisi setiap kali warga China membeli televisi atau kulkas. Program subsidi ini akan berlangsung selama tiga tahun. Subsidi ini mencakup 15 kategori peralatan, dengan ketentuan bahwa mereka harus hemat energi. Tidak ada rincian yang diberikan pada cakupan penuh program atau apakah kota-kota lain akan memberi insentif serupa.

Dilansir dari CNBC International, Senin (4/2/2019), akibat subsidi harga saham perusahaan pembuat peralatan rumah tangga, Gree Electric Appliances dan Midea Group masing-masing telah naik 4,8% dan 5,6%, sejak pengumuman NDRC pada Selasa, mengungguli kenaikan 2,9% indeks saham blue-chip.

Beijing sedang mencoba menghidupkan kembali mesin pertumbuhan ekonominya saat perekonomian terbesar kedua di dunia itu diperkirakan akan semakin melambat pada 2019.

Selain subsidi yang dirancang mendorong pertumbuhan penjualan ritel (yang merosot ke level terendah 15 tahun tahun lalu) langkah-langkah stimulus lainnya juga dilakukan. China juga mengambil  langkah kebijakan moneter dengan cara mempermudah  pinjaman bank dan pemotongan pajak.

Dilaporkan  Produk domestik bruto China tumbuh 6,6% tahun lalu, laju paling lambat dalam 28 tahun. Sejalan dengan ekonomi yang lebih lambat, pendapatan per kapita naik 6,5%, dibandingkan 7,3% pada 2017.

Melambatnya perolehan pendapatan terjadi lantaran biaya hidup, terutama perumahan. Di fase ini membuat sementara utang rumah tangga semakin tinggi juga, dan karena meningkatnya pinjaman hipotek di tengah harga properti yang tinggi.

NDRC baru-baru ini berjanji mendorong subsidi yang "tepat" untuk pembelian kendaraan energi baru, tanpa memberikan perincian. Sebelumnya China telah menawarkan subsidi pembelian mobil di pasar pedesaan dan memangkas pajak terkait mobil.

Dengan permintaan domestik sebagai pilar ekonomi, pembuat kebijakan juga diharapkan lebih meningkatkan dukungan pada layanan dan kegiatan seperti pendidikan, budaya, olahraga, dan hiburan.





Mau komentar? Klik di sini!
loading...
loading...

 

Ketik dan Tekan Enter